You're reading...
Movie Review

Movie Review : Journey 2 “The Mysterious Island”

Journey 2 Movie Poster

Film Journey 2 The Mysterious Island rilis di Indonesia awal bulan februari, merupakan lanjutan dari film pertamanya yaitu Journey To The Center Of The Earth. Film pertama bisa dibilang sangat menghibur dan seru, mungkin karena memang itulah tujuan dari film ini membawa penonton tenggelam dalam cerita dan aksi seperti novel yang mendasari film ini karya Jules Verne yang berjudul sama.

Sekuelnya yaitu Journey 2 The Mysterious Island juga sangat menarik, dikarenakan karakter Sean diperankan kembali oleh Josh Hutcherson, datangnya ayah tiri Sean yang diperankan Dwanye Johnson, Michael Cain dan Luiz Guzman memberikan warna baru dengan banyolan dan candaan yang dapat membuat penonton tertawa kecil. Tapi saya pribadi kecewa dengan adanya karakter Kailani, anak dari Gabato (Luiz Guzman) yang diperankan Vanessa Hudgens. Akting Vanessa membuat akting keseluruhan karakter menjadi seperti tidak percaya diri seperti terpaksa, apalagi pada bagian adegan aksi sangat tidak natural. Tapi, Vanessa Hudgens sangat cocok ketika berada dalam adegan “drama” seperti pada bagian Kailani dan Gabato mengambil air di sungai dan terjadi pembicaraan yang sangat sensitif, Ya! Disana saya melihat Vanessa sangat pas dan cocok berakting tetapi tidak pada bagian lain di film ini. Saya tidak menyinggung cast lain karena sudah sangat baik penampilannya, Michael Cain berakting sebagai kakek-kakek yang cuek tapi menyenangkan yang selalu memberikan kritikan pedas ataupun metafor lain, Luiz Guzman memberikan akting careless nya dan dapat menghibur penonton, Dwayne bahkan menyumbangkan suara indahnya pada satu bagian film.

Dari segi visual dan sound, film ini mengejutkan mata pada bagian awal dimana para karakter baru memasuki Pulau Misterius, pemandangan yang indah dan benar-benar hijau dengan gunung berapi aktif dibagian tengah pulau tersebut. Pemandangan bawah laut pada bagian akhir film juga merupakan visual effect yang bagus, tetapi ada beberapa efek yang kurang pada bagian kejar-kejaran lebah dan burung yang tampak sangat tidak alami, seperti efek film pada tahun 90an. Segi visual film ini semakin jernih karena didukung teknologi Digital Picture. Untuk sound biasa saja,karena memang saya orangnya tidak terlalu memperhatikan sound.

Kesimpulannya, film ini sangat worth it untuk ditonton dengan segala penyampaian ceritanya, adegan aksi, nautilus (Ya! Nautilus!), Atlantis (Ya! Atlantis), penggambaran suasan pulau misteri yang sangat asri dan tidak terjamah, pemandangan bawah laut yang  jernih, juga hewan-hewan kecil yang berubah ukuran menjadi raksasa.
Untuk yang senang membaca karya-karya Jules Verne, film ini mungkin dapat dinikmati hanya saja film ini lebih mengarah ke Fun Movie yang berbeda dengan novelnya yang mengarah ke serius dan sains.

My Rate

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: