You're reading...
TUGAS

Studi Kasus : Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan habitat bagi beberapa biota laut. Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.

Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah:

  • sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning), batu karang,
  • pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.
  • penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.

Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.

Namun terumbu karang sekarang ini mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh pemanasan global. Dengan kenaikan temperatur 1oC saja polip karang mengalami stress berat dan jika berlangsung dalam waktu lama (3-6 bulan), akan menyebabkan lepasnya alga zooxanthellae dalam tubuh hewan karang, dimana peristiwa ini disebut pencucian/pemutihan karang (coral bleaching). Meningkatnya temperatur perairan laut diluar batas normal, tingginya intensitas sinar ultraviolet, meningkatnya kekeruhan dan sedimentasi, serta kondisi salinitas yang tidak normal merupakan beberapa faktor penyebab terjadinya coral bleaching.

Terumbu karang dan ekosistem laut disekitarnya tidak dapat dipisahkan. Rusaknya terumbu karang akan berakibat langsung bagi ekosistem laut. Ikan-ikan, seperti ikan kerapu dan ekosistem laut lainnya yang memanfaatkan terumbu karang untuk tempat bernaung akan terganggu. Ekosistem laut sangat bergantung dengan terumbu karang. Selain itu secara tidak langsung nelayan akan merasakan akibat yang ditimbulkan dari penambangan yang dilakukan oleh TI apung, kapal keruk dan kapal isap yang merusak terumbu karang. Rusaknya terumbu karang membuat nelayan merugi karena turunnya hasil tangkapan ikan.

Aklimatisasi merupakan suatu upaya penyesuaian fisiologis atau adaptasi dari suatu organisme terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasukinya. Banyak di masa kini terumbu karang terhadap perubahan iklim diartikan sebagai konsisten dengan lenyapnya dekat terumbu moderen global karena efek massa tahunan pemutihan, karbonat pembubaran, dan tidak cukup waktu untuk menangapi evolusi besar. muncul bukti untuk variabilitas dalam respon kalsifikasi karang terhadap pengasaman variasi, geografis dalam pemutihan kerentanan dan pemulihan, respon terhadap perubahan iklim masa lalu, dan tingkat potensi adaptasi yang cepat pemanasan mendukung skenario alternatif di mana degradasi terumbu terjadi dengan temporal yang lebih besar dan heterogenitas spasial dari proyeksi saat ini menyarankan. Mengurangi ketidakpastian dalam proyeksi terumbu karang berjangka membutuhkan peningkatan pemahaman tanggapan masa lalu dengan perubahan iklim yang cepat; fisiologis tanggapan terhadap faktor berinteraksi, seperti suhu, pengasaman, dan nutrisi, dan biaya dan kendala yang dikenakan oleh aklimatisasi dan adaptasi.) Reaksi pembentukan deposit kapur mensyaratkan tersedianya ion kalsium dan ion karbonat. Ion kalsium tersedia dalam perairan yang berasal dari pengikisan batuan. Ion karbonat berasal dari pemecahan asam karbonat. Kalsium karbonat yang terbentuk kemudian membentuk endapan menjadi rangka hewan karang. Karbondioksida akan diambil oleh zooxanthella untuk fotosintesis. Kalsifikasi dipengaruhi oleh proses fotosintesis zooxanthella dan hasilnya (Wood, 1983). Goreau dan Goreau (1959 dalam Supriharyono 2000) menyatakan bahwa zooxanthella merupakan faktor yang esensial dalam proses kalsifikasi atau produksi kapur bagi karang hermatipik atau karang pembentuk terumbu. Mengingat kalsifikasi hanya terjadi bersamaan dengan produksi karbon maka kalsifikasi terjadi pada kondisi-kondisi tertentu saja, yaitu ketika siang hari atau ada sumber cahaya. Aklimatisasi dipengaruhi oleh factor-faktor pembatas yaitu suhu, salinitas, substrat, kedalaman, cahaya dan sedimentasi.

About these ads

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.